TVS akan segera rilis Radeon 125DX


Rumor kencang terdengar bahwa TVS India tidak lama lagi meluncurkan jagoan  motorsport mereka yaitu Radeon 125DX pada Juli atau Agustus 2012. Manuver ini merupakan cara untuk memperbaiki posisinya yang digeser Honda pada sales April kemarin.


Radeon 125DX sudah pernah dipajang pada ajang Expo 2012. Untuk ukuran motor 125cc, basis desain mengedepankan kesan gambot atau rada-rada gemuk. Mulai dari lekuk casing depan hingga belakang, mengingatkan akan gen Suzuki Thunder ditanah air. Perangkat pengereman depan juga telah mengadopsi cakram. Rangka Tulang mengadopsi single tube diamond frame. Selling point dari Radeon 125DX adalah keiritan. Motor ini diklaim akan menjadi raja teririt dikelasnya.

TVS berharap new motorsport 125 cc akan diterima dengan baik oleh biker disana. Bukan pekerjaan mudah tentunya sebab Radeon 125DX harus bersaing melawan Honda Twister 125. Jika dibanderol pada kisaran 10 juta ditanah air, mungkin akan menarik banyak biker untuk memiliki. Tapi akankah menjadi next agenda TVS Indonesia guna mendatangkannya keIndonesia?

Bajaj Auto Menjadi Pabrikan Terbesar Ke-3 di Dunia


Siapa menyangka Eropa yang begitu berkibar diera 1960an tergilas oleh eksistensi Produk Asia seperti Jepang. Yamaha, Honda, Suzuki, Kawasaki merupakan nama-nama brand yang mendominasi produk masal dewasa ini. Dan percaya atau tidak, macan industri otomotif roda dua yang saat ini dipegang oleh Jepang nampaknya mulai digerogoti India.


Seperti dilansir Bikeadvice, pada tahun 2011, Bajaj sukses menjual lebih dari 3,8juta unit motor keseluruh dunia. Angka tersebut sudah cukup mengokohkan posisinya sebagai best three manufacture penjual roda dua terbesar. Torehan prestasi bahkan mengalahkan pabrikan Jepang seperti Yamaha, Suzuki serta Kawasaki. Bajaj hanya kalah melawan Honda dan HeroMotocorps. Varian Pulsar dan Discover merupakan penyumbang terbesar sales Bajaj. Tercatat sejak awal peluncurannya, keduanya sudah terjual 5 juta unit. Discover diperkirakan juga bakal menjadi produk nomer dua terlaris di India. Varian tersebut sukses terjual 1,5juta unit hanya pada rentang waktu 2011-2012. Selain pasar domestik, Bajaj ternyata juga kuat dipasar eksport.


Pada kuartal 2011-2012, eksport produk tembus 1.27juta unit. Boxer merupakan varian terlaris di Afrika. Sedang pasar Amerika latin dipegang oleh Pulsar 135LS. Disana motorsport 135cc four valve ini berani bersaing melawan Honda ACE CB125 (banderol berkisar USD600) serta beberapa brand China terkenal. Penyebaran Pulsar juga mencapai Asia Tenggara tempat dimana merk Jepang begitu kuat. Hebatnya, dari total market Pulsar series sukses menjadi nomer satu di-12 negara dari 35 negara tujuan eksport mereka.

Kini Bajaj Auto semakin memantapkan posisinya dengan menguasai 10% market share global motorcycle. Target kedepan adalah meningkatkan hingga 30%. Apakah bisa? Melihat agresifnya geliat pabrikan berlambang bluetooth, kesempatan tersebut tetap terbuka lebar. Apalagi secara teknologi mereka sekarang dibantu KTM Austria yang tidak diragukan kredibilitasnya. Sayang ditanah air sendiri isu 3S masih menjadi pengganjal utama yang harus serius dibenahi. Dan selama Bajaj tidak buka pabrik disini serta masih mengandalkan import dari India, penyakit akan susah disembuhkan.

Teknologi boleh tinggi tapi kalau untuk pelayanan sparepart memble sama aja boong. Tantangan buat BAI kedepan agar serius menyikapi fakta ini.

Source:
http://iwanbanaran.com

Lit Motor C-1, Sepeda Motor Listrik Yang Bisa Berdiri Sendiri

Sebagaimana diketahui, sepeda motor memiliki banyak keunggulan dibandingkan mobil. Motor sedikit menggunakan bahan bakar, lebih cepat, lebih mudah bermanuver, dan dapat diparkir di banyak tempat.  Motor Lit 'C-1 Ini sepenuhnya tertutup yang dapat melindungi dari hujan. Lit'C-1 merupakan sepeda motor listrik yang menggunakan sistem elektronik untuk menstabilkan gyroscopic agar tetap tegak ketika berhenti, atau bahkan bila ditabrak dari samping dalam suatu kecelakaan.


Lit Motors yang berbasis di San Fransisco, dan dipimpin oleh Daniel Kim  industri/otomotif desainer. Ide untuk C-1 datang setelah ia berkeliling dunia selama setahun, melihat tantangan transportasi dan inovasi di negara-negara berkembang.


Sejauh ini, Kim dan timnya telah mengembangkan model operasi berbasis roda gila sistem stabilisasi C-1, bersama dengan skala penuh fiberglass mock-up dari kendaraan itu sendiri. Mereka sekarang bekerja pada sebuah prototipe buatan tangan, yang harus lengkap dalam waktu sekitar tiga bulan. Rencana produksi awal akan tersedia dengan harga sekitar US $ 24.000 pada tahun 2013-an, dengan harga yang akan turun ke $ 16.000.

Versi yang berbeda dari C-1 akan tersedia untuk pasar yang berbeda. Model untuk negara-negara Dunia Pertama akan memiliki 8-10 kilowatt-jam baterai, sementara model ditujukan untuk negara-negara berkembang akan dinilai pada sekitar 4-6 kWh.Kendaraan itu akan menggabungkan motor listrik hub di kedua roda. Kecepatan tertinggi minimal 120 mph (193 km / jam), dengan driving range untuk model yang lebih tinggi yang diharapkan di sekitar 150-220 mil (241-354 km) per charge, tergantung pada ukuran dari baterai.


Selain ringan, bentuk aerodinamis dan hambatan gelinding yang rendah memungkinkan untuk mendapatkan jarak tempuh yang layak, KERS (Kinetic Energy Recovery Sistem) teknologi juga akan membantu di bagian itu. Seperti halnya dengan self-balancing Thrustcycle SRT, daya kinetik yang lain akan hilang dalam proses pengereman.

flywheels terletak di bawah lantai kendaraan, menghasilkan lebih dari 1.300 lb / ft (1763 Nm) torsi dalam model komersial. Meskipun usaha-usaha sebelumnya di kendaraan gyroscopic seperti Gyro-X yang dikabarkan akan bergoncang saat menikung pada kecepatan tinggi, Kim meyakinkan bahwa sistem akan menjaga dari hal itu.

Seperti banyak mobil baru yang ada, kendaraan juga akan memanfaatkan berbagai protokol konektivitas tinggal di hubungkan dengan internet. Hal ini akan memungkinkan pengemudi untuk terus menyadari faktor-faktor seperti lalu lintas, konstruksi, dan kondisi cuaca buruk.


Y 125 Moegi, Sepeda Motor Mirip Onthel Nyentrik dan Futuristik

Dari seluruh sepeda motor konsep yang dipamerkan di Tokyo Motor Show, salah satu yang menarik adalah  Y125 Moegi dari Yamaha. Daya tarik sepeda motor yang satu ini,  futuristik  dan  "nyentrik". Penampilan seperti seperti "jadul".


Dalam keterangan resminya, Yamaha menyatakan ingin menerjemahkan filosofi kecantikan yang disematkan pada sepeda motor bergaya retro-moderen ini. Desainnya gampang akrab dengan orang, menawarkan konsep kemudahaan dan nyaman dikemudikan.

Bentuknya mirip sepeda "onthel"  yang dipasangi  mesin berkapasitas 125 cc satu silinder dengan teknologi  injeksi dan sistem transmisi manual. Tangki bahan bakarnya menyatu pada sasis sehingga membuatnya kelihatan ramping.


Sasisnya menggunakan baja khusus yang ringan namun kuat. Buktinya, berat sepeda motor ini 79,8 kilogram. Moegi juga menggunakan ban tipis sehingga mengurangi daya geseknya dengan  permukaan jalan.


Konsumsi bensinnya super irit, 80 km/liter saat digunakan di dalam kota. Kuncinya, selain bobotnya yang ringan, Yamaha menggunakan "v-belt" sebagai pengganti rantai untuk mengurangi gesekan dan lampu LED untuk penghematan.

Sayang, Yamaha masih belum membuka semua spesifikasi dan kemampuan mesin Y125 ini dan belum punya rencana untuk memproduksinya secara massal.

Sumber: http://efendybloger.blogspot.com/2011/12/y-125-moegi-sepeda-motor-nyentrik-dan.html

Tips Tambal Ban Tubles Sepeda Motor


Ada-ada saja aksi oknum tambal ban. Lubang kecil yang menyebabkan ban bocor pada ban tubles ditusuk oleh alatnya yang kira-kira sebesar jari kelingking tangan. Dalihnya, inilah cara menambal ban tubles. Lha bukannya alat sebesar itu malah merusak komponen ban ?

Menurut Ade, Bikers Yamaha Scorpio Club sekaligus pemilik bengkel dan toko spare parts di Bilangan, Kelapa Gading, Jakarta, taktik nakal ini memang membuat ban sehat lagi, tapi beberapa saat kemudian, bocor serupa tak terhindarkan, bahkan di tempat yang sama pula. Dikarenakan komponen ban rusak parah saat ditusuk. Ban tubles didesain dan dibuat dengan lapisan ban yang ada di dalamnya, sehingga saat bocor dapat bertahan hingga beberapa saat. Tapi, jika sudah terkena "alat pamungkas" dari oknum tambal ban, komponen tersebut menjadi cepat rusak.

Ada cara murah dan awet untuk menambal ban tubles. Cukup oleskan lem Power Glue pada area yang bocor. Jika kondisinya memungkinkan, motor bisa dibawa pulang, maka kesempatan mencoba tips ini semakin mudah.

Berikut tips ringkas menambal ban tubles dengan lem Power Glue :

1. Cabut Paku

Apabila ban tersebut tertusuk paku, cabut paku secara perlahan dengan posisi lurus untuk memastikan paku tersebut tidak merusak komponen dalam ban.

2. Cuci

Cucilah terlebih dahulu ban tubles dengan air sabun, kemudian periksa lebih teliti bagian mana yang mengeluarkan gelembung. Dan pastikan area yang bocor ditandai dengan benar untuk menghindari kesalahan saat menambal.

3. Keringkan

Setelah ban dicuci, lap dengan kain dan pastikan area bocor yang sudah ditandai tadi dalam kondisi kering.

4. Proses Lem

Pastikan lem masuk ke dalam ban dengan menusuk-nusuknya menggunakan tusuk gigi atau paku kecil yang bersih. Tujuannya hanya untuk memastikan lem benar-benar masuk ke dalam ban. Setelah kering, ban kembali diisi angin dan motor dapat segera digunakan lagi.

Menurut pengalaman Ade selama ini, dengan menggunakan lem Power Glue, dapat memberikan dua keuntungan, yaitu :

~ Hemat biaya, sebab hanya dengan 1000-2000 rupiah, lem Power Glue bisa didapat di toko atau warung terdekat.

~ Komponen ban lebih awet sebab lem tidak merusak komponen yang ada di dalamnya.

Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat.

Sumber: Majalah Motodream Edisi April 2012, hal 12

Honda RC213v 1.000cc Honda Moto GP Berkekuatan 250 Tenaga Kuda

Tim LCR Honda mengumumkan spesifikasi kendaraan mereka untuk 2012. Honda RC213v 1.000cc mereka sebut  punya kekuatan 250 tenaga kuda sedangkan Ducati dengan sepeda motor barunya untuk Moto GP hanya punya 230 lebih tenaga kuda.

Batas RPM atau garis merah akan jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu karena batas kapasitas mesin ditingkatkan dari 800 cc ke 1.000 cc.

Pebalap tim LCR, Stefan Bradl mengendarai sepeda motor baru itu dan selisih 1/10 detik dengan Valentino Rossi yang mengendalikan Ducati baru.

Spesifikasi LCR Honda RC213v

  • Engine features:  Four stroke liquid cooled pneumatic valve engine, V4 ,DOHC 4
  • Displacement:  Up to 1000 cc
  • Tenaga maksimum:  lebih dari  250 tenaga kuda
  • Kecepatan maksimum: Over 350 km/j
  • Gearbox:  Six speed “seamless” cassette type gearbox with alternative optional ratio
  • Kopling:  Fully adjustable multi plate slipper clutch
  • Exhaust:  Arrow Titanium line
  • Panjang keseluruhan:  2050mm to 2070mm tergantung sirkuit
  • Tinggi keseluruhan:  1125mm
  • Lebar keseluruhan:  645mm
  • Berat:  157kg
  • BBM: 21 litres capacity ELF
  • Oil:  ELF
  • Chassis Features:  Aluminium twin spare frame
  • Fully adjustable steering and geometry
  • Fully adjustable HRC magnesium triple clamp
  • Garpu depan:  Fully adjustable Öhlins TRVP25 diam 48mm upside down
  • Suspensi belakang:  Fully adjustable Öhlins TRSP44
  • Ban:  Bridgestone
  • Wheel:  OZ
  • Rem depan:  Nissin 4 pistons caliper, 320mm Nissin carbon disc
  • Rem belakang:  Nissin Twin piston caliper, 196mm Yutaka steel disc
  • Screen :  Rama
  • Grip:  ProGrip
  • All accessory:  Rizoma

Source: http://otomotif.antaranews.com

Susunan dan Fungsi Bagian-bagian Ban

Berikut adalah bagian-bagian utama ban dan fungsinya : 
1. CARCASS
Carcass ada didalam ban.Fungsinya menahan berat,goncangan,tumbukan dan tekanan angin.Carcass dibuat dari lembaran-lembaran ply cord.
Karet yang membungkus/menutupi/melapisi cord tidak hanya melindungi kerusakan dari luar,tetapi juga mencegah geseran diantara cords.
2. Tread
Tread merupakan kulit luar dari ban,melindungi Carcass dari keausan dan kerusakan lain.Bagian tread yang berhubungan langsung dengan permukaan jalan disebut “Crown”.
Bagian samping dari ban disebut “Side Wall” dan daerah pertemuannya dengan tread disebut “Shoulder”.
Permukaan Crown mempunyai bermacam-macam.”Pattern”.
Alur-alur yang dibuat pada permukaan ban disebut “Groove” atau “Non-Skid”.
Dalamnya alur tersebut dinamakan “Non Skid Depth”.
Bagian dibawah groove (tidak termasuk tebal cord)dinamakan “Skide Base”.
Bagian Side Wall dinamakan “Flexing Area” karena menerima sejumlah besar tekanan dan tarikan selama ban digunakan.
Shoulder juga dinamakan “Buttress” dan merupakan bagian yang menyangga Crown.
Daerah ini mempunyai konsentrasi karet yang paling tebal dan disini juga dibuat alur (groove)untuk mengeluarkan/melepaskan panas.
3. Breaker
Cord yang digunakan didalam Carcass dapat menjadi rusak karena tumbukan-tumbukan dijalan,seperti lubang-lubang,batu dan lain-lain.
Jadi yang dinamakan “Breaker” ditempatkan diantara Trad dan Carcass dengan maksud sebagai peredam goncangan/tumbukan.
Sebagai tambahan,untuk mencegah “separation”(pemisah) dan untuk mengurangi perubahan tiba-tiba dari elastisitas,selembar karet disisipkan diantara carcass dan breaker supaya berfungsi sebagai cushion (bantalan).
4. Bead
Bead berfungsi untuk menahan kedua ujung daricord,menjamin pemasangan yang kuat dari ban ke rim(pelek).
“Bead Wire”(Kawat bead)adalah cincin yang terbuat dari kawat baja dengan kadar karbon yang tinggi.
Flipper menutup/membungkus bead wire didalamnya terisi”Bead Filler”,karet keras yang berbentuk segitiga(Apex Rubber).
Bagian ujung yang berhubungan dengan pelek dan lebih dekat dengan pusat ban dinamakan “Bead Toe”.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger